More than just Venus and Sirius
Date Taken : May, 19 2012. 5:54 PM - 6:02 PM
Terbang kawan!
Kawan, Aku menambah waktu ke dunia khayal dan akan mengurangi aktivitas dunia nyata. Aku sungguh beruntung sekali mempunyai kalian. Mungkin ini telihat bodoh, maafkan aku khilaf. Kalian senang kan aku kembali dengan imajinasi yang tak tebatas ?. Aku harus belajar lebih banyak lagi untuk kalian dan untukku. Mari terbang!!
Ini hari bukan Gravitasi, Langit.
Hey Langit, Semoga keadaanmu tidak seburuk saat awan menutupmu dari Gravitasi.
Hey Langit, Semoga disana tidak merasa kesepian.
Hey Langit, Semoga tau. Gravitasi sangat rindu saat ini.
Hey Langit, Semoga selalu tersenyum diperantara tak berujung.
Terkadang hari tidak memaksakan Langit untuk datang. Hari hanya mencari suatu sembuh. Hari termakan oleh suatu rindu. Menelan sesak sampai terisak. Merangkak demi sesuap senyum dari penghujung tiada batas. Labil mungkin sedikit elegi yang mengoyak hari. Mungkin kau tau mungkin kau tak tau. Ya, hari menelusuri separuh waktunya dengan berbaring dan menahan jalan setapak untuk mengeluarkan sesaknya. Senja membawa Langit dan Venus menemui hari untuk menghapus sesak, menyembuhkan dan menelusuri hari dengan senyum. Langit belai pilu hari dengan sejenak pelukan angin dan senyuman bulan. Mungkin imajinasi kompleks ini menelan hari sia-sia. Tapi ini imajinasi. Apa seutuh Langit dan Venus datang setiap harinya ? jawabannya tidak akan iya. Menghitung hari adalah suatu hujatan. Maaf mungkin hari begitu egois, brengsek atau berlebihan. Ini emang dasarnya, hari tidak ada batas berimajinasi tentang Langit. Hari mencemaskanmu, memikirkanmu, merindukanmu Langit. Ilusi memeluk ego hari yang beku. Hari menanti waktu mengantar Langit. Terimakasih membuat hari tersenyum semangat walau Langit tidak muncul. Langit biru, senja, malam, hari merindumu obatku.
(via ifyouckb)



